Mengapa Susu Formula dan Prosuk Susu Hewani menyebabkan Timbulnya Kanker Prostat?
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School1,2)
disebutkan bahwa para pria yang rutin mengkonsumsi produk hewani akan
memiliki resiko menderita kanker prostat 30% lebih tinggi daripada yang
mereka hanya mengkonsumsi separuh gelas per hati.
Mengapa sebenarnya hal itu terjadi? Sementara banyak orang yang
mengatakan bahwa susu hewani adalah sebuah makanan sehat tetapi yang
terjadi sesungguhnya sangat berbeda. Susu formula selalu difortifikasi
dengan kalsium karena sesungguhnya tanpa fortifikasi sendiri susu
formula itu sendiri sudah kehilangan begitu banyak kalsium dari proses
pemanasannya. Tetapi, parahnya juga, kalisum yang begitu banyak yang
diberikan oleh susu formula ke dalam tubuh juga justru mengeliminasi
vitamin D yang disebut dengan 1,24 dihydroxyvitamin yang berguna untuk
mencegah terjadinya kanker3). Karena itu, produsen susu
formula lalu menambahkan vitamin D ke dalam produknya, tetapi lagi-lagi
karena perbandingan kalsium yang terdapat di dalamnya terlalu banyak
maka justru menghabiskan semua vitamin D yang ada di dalam tubuh.
Selain untuk mencegah kanker, vitamin D juga berfungsi sebagai
katalisator penyerapan kalsium ke dalam tulang. Oleh karena itulah
antara lain, sesungguhnya, susu formula tidak bisa meningkatkan kadar
kalsium tulang, tidak bisa menambahkan kekuatan tulang, tidak bisa
menyembuhkan osteoporosis dst, tetapi juga justru menggerogoti dan
menyebabhkan kerapuhan tulang karena susu formula bersifat asam. Kondisi
asam tubuh merupakan habitan virus kanker untuk bereplikasi.
Kekurangan vitamin D terutama terjadi pola makan yang tidak baik dan
juga karena kurang paparan sinar matahari. Dari penelitian yang
dilakukan oleh Harvard Medical School1,2 di atas terlihat
bahwa para pria yang mengkonsumsi lebih dari 6 gelas susu formula
(bahkan yang sudah difortifikasi dengan vitamin D) memiliki tingkat
kandungan vitamin D dalam tubuh yang lebih kecil ketimbang mereka yang
mengkonsumsi kurang dari 2 gelas per hati.
Jadi, kenapa tidak berhenti saja mengkonsumsi susu hewani dan produk susu hewani?
Beberapa orang lalu mengatakan, toh banyak orang yang minum susu tiap
hari juga tidak apa-apa, mereka juga kelihatan segar dan gemuk serta
beraktifitas seperti biasa. Tapi, mari kita amati lebih lanjut, benarkah
tidak apa-apa? Benarkah tidak ada ngilu persendian, diabetes, kanker,
rambut rontok, rambut terlalu berminyak atau bahkan terlalu kering,
sakit lambung, cepat capai, gangguan fungsi seksual, mudah marah dst….?
Tentu semua gejala penyakit itu tidak hanya disebabkan oleh faktor
susu, tetapi susu dan produk susu hewani merupakan salah satu pemicu
utama semua itu. Faktor usia tentu juga penting, tetapi sakit lambung,
rematik, artritis, osteoporosis, diabetes, kanker bukan disebabkan oleh
faktor usia. Apa yang kita konsumsi, aktifitas hidup (apakah kita sudah
rutin berolahraga dengan baik)dan cara berpikir merupakan faktor yang
jauh lebih penting ketimbang sekedar faktor usia.
Selamat menikmati hidup dengan penuh ceria dan segar bugar sepanjang masa tanpa obat dan tanpa suplemen!
—————————————————————————-
1) Gabe Mirkin M.D, “DOES MILK CAUSE PROSTATE CANCER?’, Harvard Medical School, http://www.drmirkin.com/men/8334.html
2) Results of the Physicians Study presented at the American Association for Cancer Research in San Francisco April 4, 2000.
3) AM Barreto, GG Schwartz, R Woodruff, SC Cramer.
5-hydroxyvitamin D-3, the prohormone of 1,25-dihydroxyvitamin D-3,
inhibits the proliferation of primary prostatic epithelial cells.Cancer
Epidemiology Biomarkers & Prevention, 2000, Vol 9, Iss 3, pp
265-270. these findings support a potential role for vitamin D in the
chemoprevention of prostate cancer.
–
Makanan mentah atau makanan kehidupan atau living food adalah makanan
yang masih mengandung berbagai enzim kehidupan (berasal dari energi
matahari melalui proses fotosintesa) dan yang tidak dipanaskan di atas
45 derajat Celsius. Daging, telur, ikan dan susu mentah tidak termasuk
ke dalam golongan makanan kehidupan karena mereka tidak lagi mengandung
enzim kehidupan.
No comments:
Post a Comment